Untuk wilayah sumatera kami mau membahas Banda Aceh.
Wisata
sehari di Banda Aceh, mau ke mana dan ngapain aja?
Hai
rakan, Anda baru tiba di Banda Aceh? Atau sudah beberapa hari di kota ini
tetapi sibuk dengan kegiatan lain sehingga belum sempat jalan-jalan? Dan kini
Anda hanya memiliki waktu sehari untuk menikmati Banda Aceh, terus bingung mau
kemana saja? Saya punya rekomendasi bacaan yang bagus mengenai wisata dan hotel
di Aceh: blog.traveloka.com
Selain itu,
anda bisa juga menghabiskan waktu selama sehari di Banda Aceh dengan mengunjungi
tempat-tempat yang wajib dikunjungi. Pengalaman ini pernah dialami kawan saya
saat berkunjung ke Banda Aceh. Sebenarnya tujuan dia ke ibukota Aceh adalah
untuk mengiukuti seminar yang dibuat oleh kampus saya. Tapi tidak afdhal
rasanya kalau tiba di tempat baru tapi ngga sempat jalan-jalan. Sayangnya, dia
hanya memiliki waktu sehari saja untuk berkeliling dan itu dihari terakhir dia
di sini. Lantas apa yang harus Anda lakukan jika hal itu menimpa Anda juga?
Sebagai
teman yang baik, saya pun berpikir keras gimana caranya agar teman saya itu
bisa mengunjungi beberapa tempat wisata di Banda Aceh dalam waktu sehari.
Setelah nanya sana sini, saya pun memberi beberapa saran untuk sang teman yang
ingin pelisiran di Bumi Iskandar Muda ini.
1. Pilih
Kendaraan/Transportasi yang tepat
Untuk
menentukan transportasi apa yang hendak digunakan, saran saya jangan memilih
naik kendaraan umum jika Anda perginya hanya sendiri. Soalnya kendaraan umum di
Banda Aceh seperti labi-labi sering lambat jalannya. Tak jarang, angkotnya Aceh
ini suka berhenti lama di tengah jalan untuk menunggu penumpang lain. Jadi,
pastikan dulu kendaraan apa yang Anda pilih untuk berkeliling di Banda Aceh.
Jika punya kenalan orang Aceh dan dia memiliki sepeda motor atau mobil yang
bisa dipinjam, maka ini adalah solusi termurah dan terbaik. Sekalian minta dia
untuk menemani Anda jalan-jalan. Namun, jika ini adalah kali pertama Anda ke
Banda Aceh dan tidak punya kenalan, maka ada beberapa opsi untuk mencari
kendaraan ini.
a. Sewa
Mobil
Mobil di
Banda Aceh bisa disewa langsung ke pemiliknya atau lewat usaha rental mobil.
Untuk menghubungi perusahaan rental, informasinya bisa Anda dapat di koran
lokal, bandara hingga tempat Anda menginap. Kalau mau menyewa langsung sama
pemiliknya, Anda bisa melakukan ini di Bandara SIM, biasanya mereka suka
mangkal di sana. Harganya bisa ditawar. Untuk sewa mobil ini kisarannya 350
ribu hingga 600 ribu perhari, ada yang termasuk sopir, ada juga yang bisa
dibawa sendiri.
b. Sewa
Becak
![]() |
| Becak di Banda Aceh juga menyediakan fasilitas WI-FI bagi penumpangnya. |
Becak di
Banda Aceh juga menyediakan fasilitas WI-FI gratis bagi penumpangnya
Meski becak
umunya beroperasi pada jarak atau wilayah tertentu saja, tapi mereka juga bisa
disewa harian atau mingguan. Becak juga lebih mudah dicari, tinggal berdiri di
samping jalan, ada becak yang lewat, langsung saja nego sama sopirnya. Harganya
relatif karena yang punya becak ini adalah sopirnya sendiri. Biasanya kisaran
sewa per hari sekitar 250 hingga 400 ribu. Mirip-mirip dengan sewa mobil sih,
tapi becak Aceh punya sensasi tersendiri, malah ada yang punya wifi on the go
lho, tapi masih sedikit yang seperti ini.
c. Sewa
Motor.
Sama
seperti mobil, buat yang suka berpetualang dengan bebas, bisa juga dengan
menyewa sepeda motor. Ada beberapa perusahaan yang menyewakan sepeda motor ini,
tapi bisa juga sewa secara pribadi, tapi jumlahnya masih kalah banyak
dibandingkan rental mobil.
Setelah
mendapatkan kendaraan, apa yang harus Anda lakukan lagi?
2. Pagi
hari sekitar jam 08.00 wib : Ngopi!
![]() |
| Kopi Arabica yang menggugah selera dan menambah stamina. |
Kopi
Arabica yang menggugah selera dan menambah stamina
Setelah
urrusan kendaraan kelar, maka hal yang wajib anda coba selama di Banda Aceh adalah
menikmati kopi Aceh. Buat mereka yang bukan penggila kopi, bisa juga minum teh
atau kopi susu, atau hanya susu saja. Banda Aceh kini indentik dengan warung
kopi, meski belum ada pembedaan secara akademis, secara umum dikenal dua jenis
warung kopi, yaitu warung kopi tradisional dan modern.
Warung kopi
tradisional ditandai dengan bangunan yang terbuat dari kayu dan ukurannya
kecil. Letaknya sering di persimpangan lorong di sebuah kampung. Pengunjung
warkop rata-rata orang tua. Tidak memiliki fasilitas punya wi-fi dan hanya buka
dari habis subuh hingga menjelang magrib. Saran saya, cobalah warung kopi
tradisional ini, karena dengan ini anda bisa merasakan sensasi tradisional
ngopi ala aceh. Warung kopi di samping Lorong Pemuda Desa Lambhuk adalah salah satu
langganan saya yang bisa Anda coba. Harganya juga murah, hanya Rp 3000/gelas
Sedangkan
warung kopi modern ditandai dengan tempatnya yang lebih mewah dengan desain
interior yang menarik. Menyediakan internet gratis untuk pengunjungnya dan
dibuka hampir 24 jam. Contoh warung kopi modern ini antara lain Zakir, Solong,
Taufik Kupi, 3 in 1, The stones dan sebagainya. Harga segelas kopi di warkop
modern ini juga sedikit lebih mahal dari warkop tradisional, berkisar antara Rp
4000 – 5000 per gelas.
3. Wet-wet
ke Museum (09.00 – 12.00)
Selesai
ngopi disekitaran Banda Aceh, Anda bisa mencoba wisata meseum. Ada dua meseum
yang terletak di tengah kota Banda Aceh yang wajib anda kunjungi, pertama
Museum Aceh dan yang kedua Museum Tsunami. Jarak kedua museum ini berdekatan
dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Anda boleh memilih mana yang duluan
anda kunjungi, karena jam buka masing-masing museum relatif sama.
a. Meseum
Aceh
Komplek
Museum Aceh terletak bersebelahan dengan meuligoe (pendopo) Gubernur Aceh. Di
dalam komplek museum, Anda bisa lonceng Cakradonya yang merupakan hadiah dari
Laksamana Cheng Ho untuk Sultan Aceh yang tergantung tepat di samping gerbang
masuk. Lalu Anda akan disambut oleh Rumoh Aceh beserta dengan perlengkapan
tradisional seperti kamar tidur, dapur, peralatan masak, benda-benda
peninggalan zaman dulu, dan sebagainya. Selain itu juga ada gedung utama meseum
yang memamerkan berbagai peralatan perang, peralatan pertanian tradisional,
peralatan nelayan, berbagai pakaian adat serta benda benada kuno yang bernilai
sejarah. Di samping Museum Aceh juga terdapat makam raja-raja Aceh yang sayang
untuk dilewatkan.
b. Meseum
Tsunami
Aceh patut
bersyukur karena memiliki satu-satunya mesium tsunami di dunia dan jika anda
berkunjung ka Aceh, mengunjungi meseum ini adalah wajib hukumnya. Anda akan
menemukan berbagai foto, cerita hingga bukti-bukti dahsyatnya tsunami yang
meluluhlantakkan Aceh tahun 2004 lalu. Jika diizinkan, Anda bisa naik ke atap
meseum, dan dapat melihat view banda aceh dari atas gedung ini.
![]() |
| Monumen Pesawat Dakota RI 001 Seulawah di Blang Padang, Banda Aceh (foto by @foregone0) |
4. Pesawat
pertama RI di Blang Padang
Selesai
dari Museum Tsunami, Anda bisa langsung menuju Mesjid Raya Baiturrahman, tapi
saran saya coba jalan melalui Blang Padang karena di sana Anda akan menemui
Monumen Pesawat Seulawah RI 001. Pesawat ini menjadi alasan kenapa Aceh disebut
sebagai daerah modal. Pesawat RI001 merupakan sumbangan rakyat Aceh untuk
Presiden Soekarno yang saat itu sedang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Pesawat tersebut adalah dibeli oleh rakyat Aceh dengan cara menyumbang emas.
Selain
melihat monumen pesawat, Anda juga bisa berkeliling lapangan Blang Padang yang
dulunya merupakan tempat “parkir” gajah milik Kesultanan Aceh. Sambil
berkeliling, Anda bisa menemukan monument-monumen “Aceh thanks the worlds”
dalam berbagai bahasa di dunia.
5. Mesjid Raya Baiturrahman ( pukul 12.30-14.00
Wib)
puas,
berkeliling dan foto foto di blang padang, saatnya kini menginjak ke Mesjid
kebanggan rakyat aceh, Mesjid Raya Baiturrahman. jika pas waktunya shalat, dan
anda seorang muslim, bisa langsung shalat disini, dan merasakan sensasi shalat
di mesjid yang megah ini. buat yang non muslim, juga bisa memasuki mesjid ini,
dengan syarat pakaian yang sopan, dan jika tidak punya atau lupa membawa, anda
bisa melapor ke satpam di mesjid bahwa anda non muslim dan ingin melihat lihat
mesjid, anda pasti diizinkan dan akan diberikan kain penutup, jadi tak ada yang
perlu dikhawatirkan.
6. Kapal
PLTD Apung
![]() |
| PLTD Apung |
Selesai
shalat dan foto-foto di mesjid raya, kini saatnya Anda menuju ke objek wisata
tsunami yang tidak kalah serunya, Kapal PLTD Apung yang terletak di Punge.
Seperti Museum Tsunami, Kapal Apung ini merupakan satu-satuya objek wisata
tsunami yang ada di dunia. Kapal ini merupakan kapal pembangkit listrik tenaga
diesel yang diperbantukan untuk mecukupi suplly listrik untuk Aceh tahun 2004
lalu. Saat tsunami melanda, kapal ini dibawa oleh air dari lokasinya di
pelabuhan ulee lheu hingga ke perumahan warga di Desa Deah Glumpang, Punge.
Ketika air tsunami surut ke laut, kapal ini tidak ikut terbawa melainkan
terdampar di tempatnya saat ini. Jarak dari lokasi awalnya di pelabuhan hingga
ke posisinya saat ini sekitar 3 kilometer, menunjukkan betapa tsunami Aceh
sungguh besar kekuatannya.
![]() |
| Monumen Tsunami di Kompleks PLTD Apung, Punge |
7. Kuburan
massal
Jika waktu
sudah sore, dari Kapal Apung Anda bisa melanuutkan perjalanan ke arah Ulee
Lheu. Sebelum tiba di pantai Ulee Lheu, Anda akan menemui kuburan massal tempat
korban tsunami dimakamkan. Tempat ini terbuka untuk umum dan bisa diziarahi
kapan saja.
![]() |
8. Mesjid
Baiturrahim, Ulee Lheu
Dari
kuburan massal, Anda bisa langsung menuju ke Mesjid Baiturrahim Ulee Lheu. Sama
seperti Mesjid Raya Baiturrahman, mesjid ini selain menjadi saksi bisu
kedahsyatan tsunami, juga merupakan satu satunya bangunan yang tersisa di
pinggir pantai Ulee Lheu. Tak hanya itu, Anda juga bisa menikmati sejarah
arsitektur Belanda yang masih tersisa pada bagian depan mesjid.
9. Santai
di Pantai Ulee Lheu
Setelah
dari mesjid, Anda bisa langsung menuju ke Pantai Ulee Lheu. Sore hari merupakan
waktu yang tepat untuk bersantai disini, selain bisa menikmati matahari yang
kemerahan saat mau tenggelam, anda juga bisa makan jagung bakar, atau minum air
kelapa muda yang dijajakan sepanjang jalan hingga ke pelabuhan. Dari pantai ini
anda juga bisa melihat langsung Pulau Sabang.
Sunset di
Pantai Ulee Lheu
10. Makan
malam di REX peunayong
Malam hari
bisa Anda manfaatkan untuk keliling di pusat kota Banda Aceh sambil menikmati
wisata kuliner yang ada di Rex yang terletak di kawasan Peunayong. Di sini Anda
bisa mencoba berbagai makanan khas Aceh, mulai mie Aceh, maratabak Aceh, sate
Matang, nasi goreng Aceh, dan sebagainya. Pilihan minuman seperti kopi Aceh
hingga aneka jus juga tersedia. Selesai menyantap makan malam, Anda juga bisa
membeli oleh-oleh khas Aceh yang dijual tepat di depan Rex ini.
Waktu
sehari memang sangat singkat untuk bisa mengunjungi berbagai objek wisata yang
ada di ibukota Provinsi Aceh ini, tapi tempat yang saya sebutkan di atas
merupan alternative yang bisa anda kunjungi jika memang waktu yang anda miliki
sangat singkat.
Sumber : situnis.com








Tidak ada komentar:
Posting Komentar