Mario Walking

Kamis, 09 Oktober 2014

Danau Tiga Warna yang memiliki keunikan



Danau Kelimutu sering disebut juga dengan nama Danau Tiga Warna. Disebut demikian karena memang danau ini memiliki keunikan tersendiri yaitu, memiliki air dengan tiga warna yang berbeda yaitu merah, biru dan putih. Uniknya lagi, warna-warna tersebut dapat berubah-ubah seiring berjalannya waktu. Danau yang sangat indah dan unik ini masuk ke dalam salah satu dari 9 keajaiban alam dunia. Danau Kelimutu persisnya terletak di puncak Gunung Kelimutu dan berada pada ketinggian 1.690 di atas permukaan laut dan secara administratif berada di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tengggara Timur.

Kelimutu berasal dari bahasa setempat yang terdiri dari dua suku kata, yaitu “keli” yang berarti gunung dan “mutu” yang berarti mendidih. Danau Kelimutu mulai terkenal pada sekitar tahun 1915, setelah ditemukan pertama kali oleh seorang warga negara Belanda, Van Such Telen. Selanjutnya, pada tahun 1929 Danau Kelimutu semakin luas dikenal di seluruh penjuru dunia setelah Y. Bouman mendiskripsikan secara menarik betapa Danau Kelimutu memiliki keunikan dan keindahan yang luar biasa. Alhasil, para wisatawan asing pun mulai berdatangan dan semakin hari jumlahnya semakin bertambah. Selain wisatawan, kalangan yang berkunjung ke Danau Kelimutu adalah para ilmuwan dari berbagai negara yang ingin melakukan penelitian ilmiah. Selain keunikan 3 warna berbeda yang dimiliki, warna-warna tersebut juga terkadang bisa berubah, seperti danau yang berwarna merah bisa menjadi coklat maroon atau kadang menjadi hitam dan sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan warna yang terjadi di danau ini karena beberapa faktor seperti aktivitas vulkanik gunung itu sendiri, pembiasan cahaya matahari, dan karena biota air tertentu. Karena keunikannya dari segi keindahan dan manfaatnya dari sisi perkembanagan keilmuan, pemerintah menetapkan Gunung dan Danau Kelimutu sebagai Taman Nasioanal sejak 26 Februari 1992.

Berdasarkan penuturan masyarakat setempat, Danau atau Tiwu Kelimutu dianggap sebagai danau yang sakral karena dipercaya merupakan tempat bersemayamnya para roh yang telah meninggal. Masyarakat setempat percaya bahwa danau yang berwarna biru atau dalam bahasa setempat disebut Tiwu Nuwa Muri Koo Fai merupakan tempat bersemayamnya roh-roh yang meninggal dalam usia muda. Danau yang berwarna putih atau Tiwu Ata Mbupu dipercaya merupakan tempat bersemayamnya roh orang yang meninggal dalam usia tua. Sedangkan danau yang berwarna merah, atau Tiwu Ata Polo adalah tempat bersemayamnya roh yang selama hidupnya sering berbuat jahat.

Ketiga danau yang berada di puncak Gunung Kelimutu tersebut diperkirakan memiliki luas keseluruhan sekitar 1.051.000 m2 dengan volume air sekitar 1.292 m3. Di antara satu danau dan danau lainnya terdapat dinding pemisah berupa tebing batu tipis dan terjal dengan tingkat kemiringan 70 derajat dan ketiggian sekitar 50 – 150 meter. Dua danau yaitu biru dan merah memiliki jarak yang sangat dekat, sedangkan danau yang putih berjarak sekitar 1 km dari danau lainnya. Selain Danau Kelimutu, kawasan ini (Gunung Kelimutu) juga memiliki pesona flora dan fauna yang tidak kalah menarik. Di sekitar area gunung, tumbuh berbagai tumbuhan yang jarang ditemukan di wilayah Flores lainnya sperti pinus, cemara, kayu merah, dan edelweiss. Terdapat juga berbagai macam fauna di hutan Gunung Kelimutu seperti rusa, babi hutan, ayam hutan, elang, dan lain sebagainya.


keindahan danau kelimutu nusa tenggara timurWaktu yang paling tepat untuk mengunjungi danau ini adalah pada saat pagi hari karena saat siang sampai menjelang sore kabut menyelimuti danau tersebut sehingga mengganggu pandangan. Tak heran jika belakangan, kawasan ini sangat diminati sebagai objek wisata trekking. Jika anda mengunjungi danau ini pada pagi hari, anda tidak akan hanya dapat melihat keindahan danau unik ini, tetapi juga keindahan matahari terbit dari ketinggian. Selain itu, anda juga dapat mendengar kicauan khas burung Garugiwa (Pachycephala Nudigula) yang dipercayai sebagai burung roh. Burung-burung tersebut selalu mulai berkicau sekitar jam 07.00 pagi. Suara kicauan burung Garugiwa yang nyaring dan indah melengkapi keindahan dari panorama alam danau Kelimutu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar