Mario Walking

Selasa, 21 Oktober 2014

EXotis ! ini dia keindahan papua ..

Wisata Raja Ampat adalah tempat wisata di Papua yang telah mendunia. Ketenaran Raja Ampat sebagai salah satu destinasi perjalanan paling menarik telah didokumentasikan dalam film dokumenter yang berjudul “Edis Paradise 3 dengan pemutaran perdananya di Swiss. Film dokumenter yang dibuat oleh Avant Premiere ini mengangkat keindahan alam bawah laut Raja Ampat di Papua yang disebut sebagai Amazon Lautan Dunia. Julukan ini disandang karena posisi Raja Ampat tersebut berada di pusat segitiga karang dunia. Raja Ampat yang termasuk dalam teritorial Papua Barat ini adalah gugusan pulau dengan 610 pulau yang tersebar, tetapi baru hanya 35 pulau yang ditempati oleh penduduk.

Perlu diketahui bahwa 75% spesies ikan di dunia ini berada di perairan Raja Ampat. Lautan di Raja Ampat adalah ekosistem alam yang masih terjaga kelesetariannya hingga kini. Tingginya nilai strategis alam laut di Papua tersebut menyebabkan wisata Raja Ampat di Papua dilindungi dengan undang-undang RI.

Hal ini untuk mencegah berbagai tindakan pengrusakan ekosistem laut yang semata-mata mengejar keuntungan bisnis. Bukan tanpa alasan! Wisata Raja Ampat telah menjadi fokus wisata dunia pada saat-saat sekarang ini.

Wisata Raja Ampat di Papua menawarkan sejumlah objek wisata yang sangat diminati oleh para wisatawan mancanegara pada khususnya, yakni diving. Kegiatan diving (penyelaman bawah laut) dan snorkeling di Raja Ampat akan menunjukkan keindahan alam bawah laut Raja Ampat di Papua yang begitu mempesona, dengan berbagai jenis spesies ikan serta terumbu-terumbu karang yang hidup natural. Diving di Raja Ampat akan menunjukkan kepada Anda berbagai aneka spesies ikan yang bahkan belum pernah Anda ketahui sebelumnya. Ingat, 75% spesies ikan dunia berada di Raja Ampat. Pernahkah Anda melihat ikan pari manta? Lebar tubuh ikan pari ini bahkan mencapai 2 m.



Untuk kegiatan diving, baca juga artikel yang mengupas tentang diving Raja Ampat di Pulau Wayag.

Paling sedikit terdapat 1500 spesies ikan, 537 spesies koral, dan 699 hewan tak bertulang belakang yang dapat Anda temukan di alam bawah laut Raja Ampat. Untuk diving, Anda akan ditemani oleh ahlinya dan menggunakan peralatan menyelam yang lengkap. Jika Anda pernah melakukan diving di pantai-pantai lain, maka Anda akan begitu takjub terhadap keindahan bawah laut Raja Ampat Papua. Terumbu karang yang hidup menjadi tempat sumber makanan ribuan spesies ikan dan satwa laut lainnya. Ekosistem yang sangat natural dan demikian mempesona inilah yang membuat Raja Ampat dijuluki sebagai Amazon Lautan Dunia.

Sebagian orang menyebutkan wisata Raja Ampat di Papua ini adalah surga tersembunyi yang dimiliki oleh Indonesia. Wisata Raja Ampat mungkin dapat dinobatkan sebagai wisata alam bawah laut paling mempesona yang dimiliki oleh Indonesia. Yang dapat menandingi keindahan alam bawah lautnya mungkin hanya wisata Pulau Weh di Sabang, Aceh. Jika tempat wisata Raja Ampat berada di bagian timur Indonesia, maka wisata Pulau Weh Sabang berada di bagian paling barat Indonesia.
  
Uniknya, kedua tempat wisata dengan kegiatan diving-nya yang termasuk paling menarik di dunia tersebut justru mendapat atensi yang besar dari para wisatawan luar negeri. Ketertarikan warga asing dan jumlah kunjungannya dengan tren yang meningkat waktu demi waktu membuat kedua tempat wisata laut Indonesia ini menjadi begitu terpopuler di kalangan internasional. Justru para penikmat perjalanan dari dalam negeri yang kalah dalam mengunjungi tempat wisata laut tersebut.

Harus diakui, faktor biaya adalah penyebab utama yang membuat kedatangan wisatawan domestik ke tempat wisata Raja Ampat Papua masih tergolong sedikit. Kondisi infrastruktur di Papua yang belum memadai serta besarnya biaya transportasi ke/dari Papua membuat sebuah tempat menarik di Papua ini belum ramai dikunjungi wisatawan Indonesia. Belum lagi tentang biaya akomodasi dan logistik yang harus dikeluarkan selama menikmati wisata di Raja Ampat tersebut.

Berbeda dengan turis asing yang memiliki tingkat pendapatan lebih tinggi daripada warga Indonesia, kondisi keuangan yang lebih baik tersebut memungkinkan mereka untuk menikmati diving sebagai salah satu objek wisata Raja Ampat yang paling populer. Hal demikian juga terlihat di daerah wisata Pulau Weh di Sabang Aceh. Tingkat kedatangan turis mancanegara lebih banyak ketimbang wisatawan domestik.

Apa saja objek wisata Raja Ampat?
Diving dan snorkeling adalah salah satu kegiatan wisata Raja Ampat yang paling terkenal. Namun, Anda harus tahu bahwa tempat wisata di Papua ini juga memiliki  hutan yang lebat, gugusan batu kapur yang berwarna-warni, aneka spesies tumbuhan langka, serta sarang penyu di tepi pantai.

Sebagian wisatawan akan berselancar di Raja Ampat karena tempat wisata ini memiliki ombak laut yang cukup menantang. Beberapa pulau di Raja Ampat yang paling sering dikunjungi adalah Pulau Wayag, Pulau Waiwo, Pulau Karang, Kepulauan Gam, dan Pulau Arborek. Jika Anda ingin melihat burung Cendrawasih yang menjadi satwa khas Papua, Anda dapat mengunjungi Kepulauan Gam. Terdapat 4 jenis burung cendrawasih yang hidup di Kepulauan Gam tersebut, yaitu cendrawasih merah, cendrawasih besar, cendrawasih kecil, dan cendrawasih belah rotan.
 
Ekosistem bawah laut wisata Raja Ampat
Jika Anda tertantang untuk mendaki karang, pergilah ke Pulau Karang. Di pulau ini Anda akan mendaki karang dengan tingkat kemiringan mencapai 90 derajat. Jika berhasil sampai di atas, Anda akan terpukau dengan keindahan panorama laut Raja Ampat. Di puncak karang tersebut, Anda dapat melihat keselurahan pulau hijau yang dikeliling birunya air laut.

Rute transportasi ke wisata Raja Ampat

Untuk sampai di kepulauan Raja Ampat, tempat terdekat yang dapat dijangkau pesawat terbang adalah kota Sorong, dengan jarak tempuh sekitar 6 jam penerbangan dari Jakarta. Biasanya pesawat akan transit di Makassar atau Manado. Maskapai yang memiliki jadwal penerbangan menuju Sorong antara lain Silk Air, Garuda Indonesia, Pelita Air, dan Merpati. Selanjutnya, Anda akan menuju Waisai, ibu kota Raja Ampat. Kota Waisai  ini terletak di Pulau Waigeo, salah satu dari 4 pulau utama (pulau besar) di Kepulauan Raja Ampat. Pulau besar di Raja Ampat adalah Pulau Misool, Pulau Salawati, Pulau Batanta, dan Pulau Waigeo.

Sumber : wisatamaluku.wordpress.com

Tidak diragukan lagi, keindahan wisata Papua memang eksotis. Wisata bawah lautnya yang mempesona tak bisa mengalahkan keelokan budaya lokalnya juga. Di samping menyajikan keindahan wisata alamnya, Papua juga menawarkan wisata kuliner khas Papua yang siap menggoyang lidah anda dengan kenikmatan makanan lokal. Papua menantang anda untuk mencoba kelezatan wisata kuliner khas Papua. 

Seperti halnya daerah bagian timur Indonesia, di Papua, Sagu merupakan makanan utama pengganti nasi, karena memang di Papua sangat jarang ditemui nasi. Kebanyakan masyarakat makan sagu. Mereka membuatnya sendiri dan mengambilnya dari pohon sagu yang tumbuh di lingkungan tempat tinggal mereka. Bahkan ulat sagu yang tumbuh di pohon sagu pun mereka konsumsi dan menjadi kuliner unik di Papua. Berani mencoba kuliner Papua? Berikut adalah wisata kuliner khas Papua yang bisa anda coba sendiri kelezatannya.

1. Papeda Ikan Kuah Kuning


Kuliner Papua Papeda Ikan Kuah Kuning
Kuliner khas Papua yang pertama adalah Papeda Ikan Kuah Kuning. Papeda adalah bubur dari sagu. Biasanya orang pedalaman Papua yang membuatnya. Sagu sesungguhnya lebih terkenal di Papua daripada di daerah lain. Walau di Maluku orang juga makan sagu, namun di Papua, sagu adalah makanan pokok.

Papeda yang kenyal dapat dipadukan dengan ikan kuah kuning yang rasanya asam. Pokoknya pasti membuat anda ketagihan. Tekstur Papeda yang kenyal ditambah dengan kuah kuning yang rasanya segar, benar benar perpaduan sempurna. Apalagi kuah kuning ini didominasi oleh rasa tomat, lemon cui, dan beberapa rempah dan kaldu ikan.

Ikan yang paling bagus untuk membuat ikan kuah kuning adalah ikan Gabus. Tetapi ada juga yang menggunakan Ikan Kue dan Kakap Merah. Biasanya Papeda Kuah Kuning akan dilengkapi dengan kehadiran sayur buah pepaya atau sering disebut sayur Ganemo. Sayur ini terbuat dari daun muda melinjo yang ditumis dengan bunga pepaya.

2. Sate Ulat Sagu

Kuliner Papua Sate Ulat Sagu
Kuliner Papua berikutnya yang juga jadi kuliner unik Papua adalah Sate Ulat Sagu. Ulat Sagu hanya bisa ditemui di bagian timur Indonesia. Ulat sagu sendiri diambil dari batang pohon sagu yang tumbang secara alami dan membusuk. Batang membusuk inilah yang menjadi rumah ulat ulat gemuk sagu. Bentuknya putih seperti belatung namun jauh lebih besar dan terlihat berlemak.

Ulat sagu adalah makanan khas rakyat Papua dan sebagian Maluku. Jangan melihat dari asal atau jijiknya anda kepada ulat. Ulat Sagu adalah sumber protein yang tinggi. Dan bila anda merasakannya benar benar berbeda dari bentuknya. Rasanya kenyal seperti makan jeroan ayam.

Ulat sagu biasanya dimakan mentah atau bisa juga digoreng dengan cara biasa. Namun karena kreativitas, ulat sagu ini bisa dijadikan sate juga. Rasanya yang sedikit berlemak dengan balutan bumbu sate akan menambah nikmat ulat sagu ini.

3. Sagu Lempeng

Kuliner Papua Sagu Lempeng
Sagu Lempeng adalah makanan cemilan khas Indonesia bagian Timur, karena Sagu Lempeng ini bukan hanya ada di Papua saja, Maluku juga ada Sagu Lempeng. Cara membuatnya cukup mudah. Sagu dimasukkan ke dalam cetakan yang disebut forma lalu dibakar di atas api atau batu panas. Sagu lempeng siap dihidangkan.

Biasanya sagu lempeng disantap sebagai cemilan saat minum kopi atau teh. Saat ini sagu lempeng yang kebanyakan berwarna coklat sudah dimodifikasi dengan penggunaan waran warna alami lainnya. Karenanya makanan yang satu ini jauh lebih menarik lagi.

4. Udang Selingkuh

Kuliner Papua Udang Selingkuh
Kuliner khas Papua yang terakhir yang bisa saya sajikan adalah Udang Selingkuh. Udang Selingkuh hanya hidup di sungai sungai di Lembah Baliem, Wamena. Konon di sungai sungai Lembah Baliem Papua hidup berbagai jenis udang. Tetapi yang terkenal memang Udang Selingkuh ini. Keistimewaan udang ini ada pada capitnya. Bentuk tubuh Udang Selingkuh sama dengan bentuk udang yang lain. Yang membedakan adalah capitnya yang lebih mirip capit kepiting. Karenanya udang yang satu ini disebut Udang Selingkuh.

Udang Selingkuh biasanya dihidangkan dengan saus tiram, saus asam manis, saus padang atau saus mentega. Untuk harga, kuliner yang satu ini harganya cukup mahal, per porsinya bisa mencapai 100.000 rupiah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar